Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Bintang Baru Dikelilingi 7 Planet

Para astronom Eropa menemukan sebuah bintang yang dikelilingi tujuh planet. Ini merupakan penemuan eksoplanet terbesar sejak 15 tahun lalu. Bintang ini mirip dengan sistem tata surya. Meski begitu, belum ditemukan bukti bahwa tata surya itu layak menjadi tempat tinggal manusia kelak.

Bintang itu adalah HD 10180, berada pada jarak 127 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi bintang selatan Hydrus, ular air jantan, demikian laporan European Southern Observatory (ESO) dalam siaran pers Selasa (24/8/2010). Mereka mendeteksi lima planet besar, seukuran Neptunus, tetapi mengorbit dalam setahun antara enam hari dan 600 hari. Dua planet lain, yang satu seukuran Saturnus, mengorbit selama 2.200 hari. Sedangkan planet lainnya, 1,4 kali massa Bumi, mengorbit bintang HD 10180 hanya dalam waktu 1,18 hari Bumi mengitari Matahari.

Jadi, ini merupakan sistem bintang dengan tujuh planet. Sedangkan sistem Matahari memiliki delapan planet. Astronom ESO, Christophe Lovis, mengatakan, ”Kita tengah memasuki era baru penelitian eksoplanet, studi tentang sistem planet yang kompleks dan bukan planet satu per satu.” Menurut NASA, sejak 1995, terdeteksi 402 bintang dengan planet-planetnya. Sejauh ini tidak ada di antara planet-planet itu, meski mirip dengan Bumi, memiliki suhu yang memungkinkan adanya air dan kehidupan

Sumber : Kompas.com

Kamis, 19 Agustus 2010

NASA Cari Planet Alien dengan Teleskop Rp14,5 T


Teleskop luar angkasa NASA senilai US$1,6 miliar (Rp 14,5 Triliun) akan bisa menangkap materi gelap, dan mengidentifikasi planet mirip bumi beberapa dekade mendatang.

Seperti dikutip dari Telegraph, Wide-Field Infrared Survey Telescope (WFIRST) menjadi prioritas bagi astronom ataupun astrofisikawan luar angkasa. Berdasarkan studi 2 tahun, teleskop yang berukuran 1,5 meter ini akan diluncurkan pada tahun 2020 dan menjadi generasi teleskop paling mengagumkan. Ilmuwan mengatakan teleskop ini akan mengorbit pada titik gravitasi stabil. Teleskop ini menargetkan pencarian planet baru yang bisa didiami di alam semesta, serta menguji batas fisika dasar.




Teleskop ini juga akan mencari jawaban atas pertanyaan dasar soal proses energi gelap dan keberadaan planet di luar sistem tata surya. “Ini terkait dengan apa yang kita cari beberapa dekade lalu dan para ahli dengan percaya diri mengharapkan penemuan baru,” kata Roger Blandford dari Stanford University, California.“Teleskop ini merupakan kekuatan baru untuk mengamati alam semesta dan pemahaman secara keseluruhan,” kata Blandford lagi.

NRC, sebagai bagian dari National Academy of Sciences telah meminta ahli astronomi dan fisikawan melakukan pengecekan 100 rencana NASA dalam mencari nilai ilmiah terbaik. Tindakan ini untuk mengurangi risiko, biaya dan masalah teknis. Teleskop baru ini akan berbasis pada desain kerja sama NASA dan Departemen Energi Amerika Serikat. Proyek tersebut bernama Joint Dark Energy Mission. Rencana ini pernah diumumkan pada 2003 dan direncanakan akan dmulai pada 2009, namun gagal karena masalah biaya.[ito]

Sumber : inilah.com

Ilmuwan Berhasil Produksi Darah Sintetis

Ilmuwan Inggris berhasil menciptakan sel darah merah dari sel embrio IVF. Pencapain itu merupakan bagian dari proyek miliaran rupiah untuk menciptakan darah sintetis.

Darah merupakan unsur yang utama dalam kehidupan manusia, darah secara alami diproduksi oleh tubuh dengan mengambil nutrisi dari makanan.Seperti dikutip dari Telegraph, ilmuwan menggunakan lebih dari 100 embrio yang tersisa dari pengobatan di klinik kesuburan untuk menciptakan beberapa garis sel induk embrionik. Salah satu sel induk bernama RC-7 telah ditransformasikan menjadi sel induk darah sebelum ilmuwan mengkonversi menjadi sel merah yang berisikan hemoglobin atau pigmen yang membawa oksigen.


Tujuan penelitian yang bernilai 3 juta poundsterling (Rp 42,1 miliar) ini adalah menemukan sel genetik yang terprogram untuk mengembangkan darah negatif O.  Ini merupakan kelompok donor universal yang memungkinkan darah dapat ditransfusikan ke semua orang, tanpa perlu khawatir adanya penolakan. Tidak hanya itu, proyek yang didanai badan amal Wellcome Trust ini dilakukan untuk memproduksi lebih dari dua juta liter darah setahun.

Ahli mengatakan temuan ini bisa menjadi revolusi dunia pengobatan dengan mengakhiri ketergantungan pendonor sukarela yang menyediakan sumber transfusi darah secara konstan. Sel darah versi sintetis ini dijamin bebas dari infeksi seperti penyakit ‘sapi gila’. Penemuan tersebut juga meningkatkan kemungkinan untuk memproduksi seluruh kebutuhan darah di Inggris dari satu ‘pendonor darah universal’ yang hanya muncul pada embrio IVF berusia empat hari.

Persyaratan penting bagi darah sintetis adalah ketersediaan yang lebih murah dibandingkan donor darah. Persedian darah mengadapi ancaman kekurangan pasokan karena lebih dari 2,4 juta pendonor darah dibutuhkan setiap tahun untuk transfusi dan produksi darah. Prof Marc Turner dari Edinburgh University yang juga direktur klinis dari Scottish National Blood Transfusion Service (SNBTS) mengatakan bahwa darah sintetis dapat mengubah kondisi pengobatan dalam skala industri.[ito]

Sumber : inilah.com

Pembelajaran Berdiferensiasi

  Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu m...